u3-CB
Anonimitas Digital: Bahan Bakar Cyberbullying

Pada era digital ini, cyberbully kerap terjadi. Cyberbullying adalah tindakan pembullyan yang dilakukan melalui teknologi seperti media sosial. Salah satu penyebab cyberbullying adalah identitas yang mudah untuk disembunyikan.

Banyak oknum menggunakan kesempatan dan keuntungan privasi akun untuk melakukan cyberbullying kepada korban secara tersembunyi. Mereka melakukannya agar orang luar tidak tahu tindakan cyberbullying yang mereka lakukan. Dengan begitu, asal tidak ada yang mengadukan, konten cyberbullying yang dilakukan pengguna tidak akan diketahui oleh orang-orang. Hal ini memberikan keuntungan kepada pelaku, sehingga ia tidak harus menerima sanksi sosial dan reputasi baiknya tidak hancur. Banyak korban yang dirundung tanpa sadar, sehingga mereka tidak tahu mengapa mereka menjadi bahan tertawaan. Maka, fitur ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, fitur ini menawarkan privasi bagi penggunanya yang ingin tetap menjalani hidup yang privat dan tenang. Namun di sisi lain, banyak yang menyalahgunakannya untuk mengejek orang di belakang tanpa takut menghancurkan reputasi mereka sendiri.

Jurnal Online Disinhibition Effect oleh John Suler menyebutkan bahwa pribadi seseorang akan lebih merasa bebas dalam media sosial karena identitas mereka yang tersembunyi. Maka dari itu, pelaku cyberbullying akan merasa lebih aman dari konsekuensi. Penelitian terhadap remaja juga menemukan bahwa pelaku lebih sering menggunakan akun palsu. Cyberbullying dengan menggunakan akun privat dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Menurut StopBullying.gov, contoh bentuk cyberbullying menggunakan akun privat adalah menghina atau menyindir korban secara tidak langsung (soft bullying), menyebarkan foto korban tanpa izin, membuat “circle eksklusif” untuk mengucilkan korban, membicarakan atau menertawakan korban lewat unggahan cerita, menyebarkan tangkapan layar unggahan korban ke pengikut pelaku dan masih banyak lagi. Berbagai hal ini dapat menimbulkan dampak yang besar kepada korban. Menurut World Health Organization (WHO), dampak yang bisa ditimbulkan antara lain, merasa dikucilkan, overthinking dan cemas, kehilangan rasa percaya kepada teman, turunnya kepercayaan diri, maupun terjadinya konflik pertemanan di dunia nyata. Selain dampak bagi korban, si pelaku juga bisa mendapat dampaknya sendiri. Contoh dampak yang akan ia terima adalah terbiasa bersikap tidak empati, risiko konflik sosial dan terkena konsekuensi sekolah bila masih menjadi siswa atau hukum jika konten menyebar.

Sejumlah 87,5% narasumber percaya bahwa mereka akan merasa lebih aman konsekuensi jika identitas mereka tersembunyi. Hal tersebut memvalidasi fakta bahwa tindak perundungan dalam media sosial menjadi lebih marak. Hal tersebut bisa terjadi karena menyembunyikan identitas lebih mudah dalam media sosial. Saat ini, kebanyakan siswa juga sudah memiliki akun privat mereka sendiri. Meski akun yang dimiliki tidak selalu digunakan untuk melakukan cyberbullying, tetapi ada pula beberapa yang digunakan untuk tindakan cyberbullying berskala kecil yang tidak menimbulkan masalah besar.

Cyberbullying sering dilakukan terutama melalui akun privat karena pengguna merasa lebih aman dari konsekuensi. Cyberbullying perlu dihindari karena memberi dampak buruk terhadap banyak pihak. Maka dari itu, seluruh pengguna perlu meningkatkan kesadaran diri dan menjaga perilaku agar semua pihak nyaman dalam bermedia sosial.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait