
Memahami Lingkaran Cyberbullying di Media Sosial dan Game serta Bahayanya bagi Korban.
“Fenomena cyberbullying kini berevolusi menjadi ancaman yang lebih manipulatif: perundungan berkedok edukasi. Dengan narasi ‘memberi pelajaran’ atau moral grandstanding, pelaku merasa memiliki izin moral untuk menghakimi sesama di media sosial hingga platform gim seperti Valorant. Ironisnya, meski literasi digital rendah dan rasa iri sering menjadi pemantik utama, penggunaan diksi tajam dan akun anonim membuat batasan antara teguran moral dan intimidasi menjadi kabur. Padahal, di balik kedok ‘edukasi’ tersebut, terdapat jejak digital permanen dan luka psikologis mendalam yang mampu menggiring korban pada depresi hingga risiko fatal menyakiti diri sendiri.”





