SEKOLAH
LITERASI
NASIONAL

SMP Maria Mediatrix

Tentang Program Literasi Digital

Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.

Tim Literasi Sekolah

Kristian Purwoatmojo, S.Pd, M.Pd.

Penanggungjawab

Benedicta Budi Krismastuti, S.Pd

Koordinator

Maria Anna Dwi Tjahjarini, S.Pd.

Sekretaris

Daniela Aryati Larang Wikanti, S.Pd

Penyunting naskah

Berta Dwi Septyaningrum, S.Pd

Penyunting naskah

Damar Yogananta, S.Pd., M.Pd.

Tim Digital

Visi dan Misi Literasi Sekolah

Visi :

Mewujudkan peserta didik mencintai bahan bacaan versi cetak, digital untuk menumbuhkan gemar membaca demi tercapainya pembelajar sepanjang hayat.

Misi :

  1. Menyediakan fasilitas bacaan versi cetak dan meningkatkan daya dukung internet untuk mempermudah akses bacaan digital.
  2. Menyediakan ruang pojok baca yang menyenangkan untuk berliterasi.
  3. Membuka ruang kegiatan produktif menulis berbagai ragam teks.
  4. Mengikuti berbagai kompetisi literasi baca tulis dan numerasi.

Target Literasi Sekolah

  1. Literasi menjadi budaya sekolah
  2. Semakin banyak buku yang diterbitkan oleh siswa dan guru
  3. Memperoleh prestasi di bidang literasi
  4. Menjadi teladan dalam mengembangkan budaya literasi

Galeri Kegiatan Literasi Sekolah

u3-WhatsApp-Image-2026-03-10-at-13.18.11
Website Literasi Sekolah
smpmariamediatrix smpmariamediatrix

Memahami Lingkaran Cyberbullying di Media Sosial dan Game serta Bahayanya bagi Korban.

“Fenomena cyberbullying kini berevolusi menjadi ancaman yang lebih manipulatif: perundungan berkedok edukasi. Dengan narasi ‘memberi pelajaran’ atau moral grandstanding, pelaku merasa memiliki izin moral untuk menghakimi sesama di media sosial hingga platform gim seperti Valorant. Ironisnya, meski literasi digital rendah dan rasa iri sering menjadi pemantik utama, penggunaan diksi tajam dan akun anonim membuat batasan antara teguran moral dan intimidasi menjadi kabur. Padahal, di balik kedok ‘edukasi’ tersebut, terdapat jejak digital permanen dan luka psikologis mendalam yang mampu menggiring korban pada depresi hingga risiko fatal menyakiti diri sendiri.”

Read More »
u3-CB
Website Literasi Sekolah
smpmariamediatrix smpmariamediatrix

Anonimitas Digital: Bahan Bakar Cyberbullying

“Privasi dalam dunia digital kini layaknya pedang bermata dua. Di satu sisi, ia melindungi ketenangan pengguna, namun di sisi lain, ia menjadi perisai bagi pelaku cyberbullying untuk bersembunyi di balik akun privat tanpa takut akan sanksi sosial. Dengan memanfaatkan fitur ini, pelaku merasa bebas mengejek, menyindir, hingga mengucilkan korban dalam ‘lingkaran eksklusif’ yang sulit terdeteksi. Efek disinhibisi daring ini menciptakan ilusi keamanan yang melunturkan empati, padahal dampak yang ditinggalkan bagi korban sangatlah nyata—mulai dari krisis kepercayaan diri hingga gangguan kecemasan yang mendalam.”

Read More »
u3-WhatsApp-Image-2026-03-03-at-11.07.44
Website Literasi Sekolah
smpmariamediatrix smpmariamediatrix

“Dari Dunia Maya ke Luka Nyata”: Ancaman Cyberbullying bagi Generasi Muda

Pada tahun 2026, batas antara dunia fisik dan digital hampir tidak terlihat, menciptakan lingkungan digital yang rentan menjadi toxic. Cyberbullying menjadi ancaman serius karena sifatnya yang permanen (jejak digital) dan terjadi tanpa batasan ruang dan waktu melalui notifikasi ponsel. Hilangnya kontak mata langsung menurunkan hambatan psikologis pelaku, membuat mereka lebih berani melakukan serangan verbal dibandingkan perundungan tradisional.

Read More »