u3-Screenshot-2026-03-05-101807
Luka Yang Tidak Terlihat : Cyberbullying

Di zaman sekarang, hampir semua orang menggunakan internet dan media sosial setiap hari. Internet memang memudahkan kita untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Namun, di balik manfaatnya, ada juga dampak negatif, salah satunya adalah cyberbullying. Cyberbullying adalah tindakan menyakiti, menghina, atau mempermalukan orang lain melalui media digital seperti media sosial, aplikasi chat, atau game online. Masalah ini semakin sering terjadi dan perlu mendapat perhatian agar lingkungan digital tetap aman dan nyaman bagi semua orang.

Dampaknya tidak hanya terbatas pada perasaan sedih atau malu, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, dan prestasi akademik korban. Tekanan yang dialami secara terus-menerus dapat mengganggu perkembangan emosi dan rasa percaya diri remaja.

Oleh karena itu, cyber bullying harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan remaja untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, beretika, dan saling menghargai. Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, dampak negatif cyberbullying dapat diminimalkan sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

Berdasarkan Hasil wawancara yang sudah saya lakukan menurut calista, cyberbullying dapat memberikan dapak negatif yang sangat besar bagi kehidupan korban, korban cyber akan mendaparkan tekanan stress hingga depresi berat.

Bentuknya bisa berupa ejekan, penghinaan, penyebaran foto tanpa izin, hingga pengucilan di grup online. Meskipun dilakukan secara daring, dampaknya sangat nyata, seperti menurunnya rasa percaya diri, gangguan kesehatan mental, serta penurunan prestasi belajar siswa. dari hasil wawancara menurut gisel, pengucilan di dalam grup itu tidak begitu menyebabkan hal besar, tapi bisa merubah perilaku korba terhadap pelaku, beda dengan penyebaran foto dan penghinaan, penyebaran foto termasuk penghinaan nama baik karan penyebaran foto tanpa izin(hal buruk)

Oleh karena itu, cyberbullying tidak boleh dianggap sebagai candaan atau hal sepele. Diperlukan kesadaran, empati, dan tanggung jawab dari semua pihak, baik siswa, guru, maupun orang tua, untuk menciptakan lingkungan digital yang aman. Dengan menggunakan media sosial secara bijak dan berani melaporkan tindakan perundungan, cyberbullying dapat dicegah sehingga dunia maya menjadi tempat yang lebih positif dan mendukung bagi semua orang.

Perkembangan teknologi dan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok membuat komunikasi menjadi lebih mudah, tetapi juga memunculkan masalah cyberbullying. Cyberbullying adalah perundungan yang dilakukan secara online dan sering terjadi di kalangan siswa SMP. Berdasarkan survei yang kami lakukan, bentuknya antara lain ejekan di kolom komentar, penyebaran foto tanpa izin, dan pembuatan grup untuk mengejek teman. Dampaknya cukup serius, seperti rasa malu, stres, menurunnya kepercayaan diri, dan sulit fokus belajar.

Menurut Angel (salah satu narasumnber), ejekan vidio dapat menyebabkan korban minder atau tidak percaya diri, banyak vidio ber edar di tiktok bahwa anak anak menampilkan bakat tapi malah di cari cari kesalahan yabg ada untuk di ejek.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, dampak, serta cara mencegah cyberbullying melalui metode survei dan studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran dan pengawasan dalam penggunaan media sosial menjadi salah satu penyebab utama. Oleh karena itu, siswa perlu menggunakan media sosial dengan bijak dan saling menghargai. Jika terjadi cyberbullying, sebaiknya segera melaporkan kepada guru atau orang tua agar dapat ditangani dengan tepat.

Sekarang hampir semua pelajar punya HP dan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Selain untuk komunikasi dan hiburan, media sosial juga bisa jadi tempat terjadinya cyberbullying, yaitu perundungan lewat internet. Bentuknya bisa berupa mengejek, menghina, menyebarkan foto tanpa izin, atau mengucilkan teman di grup chat. Banyak yang menganggap itu hanya bercanda, padahal sebenarnya bisa menyakiti perasaan orang lain.

Menurut Alin, banyak pelaku yang tidak sadar kalau kata-kata mereka bisa menyakiti orang lain. Dampaknya, korban bisa merasa sedih, malu, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Ada juga yang jadi malas sekolah karena takut diejek lagi.

Karena siswa aktif menggunakan media sosial setiap hari, cyberbullying jadi cukup sering terjadi. Dampaknya tidak main-main, korban bisa merasa sedih, malu, tidak percaya diri, bahkan takut ke sekolah. Oleh karena itu, kita harus lebih bijak saat menggunakan media sosial, tidak ikut-ikutan mengejek, dan berani melapor kepada guru atau orang tua jika melihat atau mengalami cyberbullying.

Hal ini bisa terjadi kapan saja melalui media sosial, aplikasi chat, dan game online seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Biasanya dilakukan lewat komentar jahat, pesan kasar, atau menyebarkan foto dan video yang memalukan.

Menurut Kirana kasus seperti ini sering terjadi di TikTok dan Instagram, biasanya berupa komentar negatif atau body shaming. Kirana mengatakan bahwa pelaku kadang merasa itu hanya candaan. Padahal, korban bisa merasa tertekan dan sedih dalam waktu lama. Bahkan ada yang sampai menutup akun media sosialnya karena tidak kuat.

Cyberbullying dapat membuat korban merasa sedih, takut, dan kehilangan percaya diri. Karena itu, kita harus menggunakan internet dengan bijak dan tidak ikut-ikutan mengejek teman. Jika melihat atau mengalami cyberbullying, segera laporkan kepada orang tua atau guru agar lingkungan digital tetap aman dan nyaman.

Menurut Natali, pelaku biasanya melakukan itu karena ingin bercanda atau mencari perhatian. Tapi bagi korban, hal itu sangat menyakitkan. Korban bisa merasa down, minder, dan takut membuka media sosial. Natali juga menyarankan agar kita tidak membalas dengan kasar, tetapi melaporkan kepada guru atau orang tua.

Kesimpulannya, perkembangan teknologi dan media sosial seperti **Instagram** dan **TikTok** memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berbagi informasi tanpa batas jarak dan waktu. Namun, di balik manfaat tersebut, media sosial juga dapat menjadi tempat terjadinya cyberbullying melalui komentar jahat, ejekan, atau penyebaran konten yang menyakiti orang lain.

Cyberbullying dapat memberikan dampak negatif bagi korban, seperti rasa sedih, takut, dan menurunnya kepercayaan diri. Oleh karena itu, remaja perlu menggunakan media sosial dengan bijak, saling menghormati, dan menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain agar lingkungan digital menjadi lebih aman dan nyaman.

C: kirana (5), giselle (16), angela (20), natali (23), alin (26), calista (28)

Daftar Bacaan:

Suicide of Amanda Todd – Wikipedia https://share.google/259B1Ar8XREqugrI8

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait